
a bedtime story.
October 9, 2009The Pianist.
Seorang ayah, yang memiliki seorang anak lelaki yang berusia lebih kurang 5thn,memasukkan anaknya tersebut ke sekolah music untuk belajar piano. Ia ingin melihat anaknya kelak menjadi seorang pianist yang terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianist yang sangat terkenal. Kerana kehebatan pianist tersebut,dalam waktu singkat tiket concert telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.
Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum concert bermula, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan anak lelakinya tepat berada di sampingnya.
Seperti biasa lah seorang anak kecil, anak ini pun tidak boleh duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu dewan mula di malapkan, sang ayah terkejut menyedari bahawa anaknya tidak ada disisinya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat pentas pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianist tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano ingatkan bahwa concert telah dimulai tanpa intro apa2 terlebih dahulu, dan ia terus menyorotkan lampunya ke tengah pentas.
Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di pentas bukan sang pianist, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianist pun terkejut, dan bergegas naik ke atas pentas. Melihat anak tersebut, sang pianist tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat izin, meneruskan permainannya.
Sang pianist lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah pentas. Sang anak menjadi amat bangga, fikirnya “Gila,baru belajar piano sebulan sudah begini hebat!”
Ia lupa bahwa yang disorak oleh penonton adalah sang pianist yang duduk disebelahnya,mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
………
Apa implikasinya dalam hidup kita ?
Kadang2 kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan.
Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita.
Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia.
Tapi bila Allah ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekeliling kita.
Semoga kita tidak pernah lupa bahawa ada Allah yang selalu menyertai kita.
no matter what.
He’ll always complete you, kerna takdir itu di tangan Dia, dan takdir itu terletak di hujung usahamu.
ahh I’m missing him,

her,

and them

better start with my readings. or else I’m drowned with distractions.
and He knows best.
wallahua’alam.

subhanALLAH…=) a nice sharing…
may Allah bless your soul~
moga sangat bermanfaat dan dapat disebarkan