h1

the one.

October 20, 2009

a shower of prayers,

for whom, who will never shed even a drop of tear in front of me,

for whom, who never uttered a word of love instead in the actions done,

for whom, whose worries and hope will never be less for me,

for whom, who will not be bored by my ramblings and babblings,

for whom, who knows the right channel to switch me on,

for whom, who will strike a smile upon my presence,

for whom, who will be forever remembered,

thank you, for your never ending faith in me.

thank you, for your supports and encouragement.

thank you, for the lessons and wise thoughts you gave me.

it’s because all of that, I’m here with all that I have with me.

I’m proud to have you in my life.

Happy Birthday, mom.

May your days ahead will be colourful as the rainbow and warm as the morning sunrise,

may Allah lead you to a blissful life here, and there, God willing,

and may Allah protect and love you more than you love me.

She deserves more O Lord the Magnificent, so please, with all Your Powers, gaze upon her with rahmah always, and include her among your true believers.

and God, if you take her away from me, I’ll pray for Your Mercy accompanying her along the way. Forgive all her sins, The All-Hearing.

and He knows best.

wallahua’alam.

h1

a bedtime story.

October 9, 2009

The Pianist.

Seorang ayah, yang memiliki seorang anak lelaki yang berusia lebih
kurang 5thn,memasukkan anaknya tersebut ke sekolah music untuk
belajar piano. Ia ingin melihat anaknya kelak menjadi seorang
pianist yang terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianist
yang sangat terkenal. Kerana kehebatan pianist tersebut,dalam waktu
singkat tiket concert telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah
tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.
Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum concert bermula, kursi telah
terisi penuh, sang ayah duduk dan anak lelakinya tepat berada di sampingnya.
Seperti biasa lah seorang anak kecil, anak ini pun tidak boleh duduk
diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu dewan mula di malapkan, sang ayah terkejut menyedari
Bahawa anaknya tidak ada disisinya. Ia lebih terkejut lagi ketika
melihat anaknya berada dekat pentas pertunjukan, dan sedang berjalan
menghampiri piano yang akan dimainkan pianist tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan
piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana,
Twinkle2 Little Star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano
ingatkan bahwa concert telah dimulai tanpa intro apa2 terlebih dahulu,
dan ia terus menyorotkan lampunya ke tengah pentas.
Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di pentas bukan sang
pianist, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianist pun terkejut,
dan bergegas naik ke atas pentas. Melihat anak tersebut, sang pianist
tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”,
dan sang anak yang mendapat izin, meneruskan permainannya.
Sang pianist lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain
mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan
anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat
indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,
karangan bunga dilemparkan ke tengah pentas. Sang anak menjadi amat
bangga, fikirnya “Gila,baru belajar piano sebulan sudah begini hebat!”
Ia lupa bahwa yang disorak oleh penonton adalah sang pianist yang duduk
disebelahnya,mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya
sempurna.
Apa implikasinya dalam hidup kita ?
Kadang2 kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat,
perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan.
Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita.
Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita,
semua yang kita lakukan akan sia-sia.
Tapi bila Allah ada di samping kita,
sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan
baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di
sekeliling kita.
Semoga kita tidak pernah lupa bahawa ada Allah yang selalu menyertai kita

Seorang ayah, yang memiliki seorang anak lelaki yang berusia lebih kurang 5thn,memasukkan anaknya tersebut ke sekolah music untuk belajar piano. Ia ingin melihat anaknya kelak menjadi seorang pianist yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianist yang sangat terkenal. Kerana kehebatan pianist tersebut,dalam waktu singkat tiket concert telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum concert bermula, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan anak lelakinya tepat berada di sampingnya.

Seperti biasa lah seorang anak kecil, anak ini pun tidak boleh duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu dewan mula di malapkan, sang ayah terkejut menyedari bahawa anaknya tidak ada disisinya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat pentas pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianist tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano ingatkan bahwa concert telah dimulai tanpa intro apa2 terlebih dahulu, dan ia terus menyorotkan lampunya ke tengah pentas.

Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di pentas bukan sang pianist, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianist pun terkejut, dan bergegas naik ke atas pentas. Melihat anak tersebut, sang pianist tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat izin, meneruskan permainannya.

Sang pianist lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah pentas. Sang anak menjadi amat bangga, fikirnya “Gila,baru belajar piano sebulan sudah begini hebat!”

Ia lupa bahwa yang disorak oleh penonton adalah sang pianist yang duduk disebelahnya,mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

………

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang2 kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan.

Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita.

Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia.

Tapi bila Allah ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekeliling kita.

Semoga kita tidak pernah lupa bahawa ada Allah yang selalu menyertai kita.

no matter what.

He’ll always complete you, kerna takdir itu di tangan Dia, dan takdir itu terletak di hujung usahamu.

ahh I’m missing him,

her,

and them ;)

better start with my readings. or else I’m drowned with distractions.

and He knows best.

wallahua’alam.

h1

reblogged post.

September 28, 2009
Pada perang Qadissiyah menyaksikan pasukan muhajirin dan ansar menyeberangi sungai yang membatasi mereka dengan camp pasukan Persia. Bangsa arab yang “tidak mengenal air” ini menjadi begitu berani, saling berganding tangan dan berangkulan membelah sungai Euphrates yang deras.
Rombongan yang besar itu tiba² berhenti di tengah arus yang ganas dan semuanya membungkuk meraba² ke dalam riak air sungai.
“Qa’bku! qa’bku!, kantong airku, kantong airku jatuh!”, seru salah seorang anggota pasukan muslimin. Hal itu membuatkan puluhan ribu tangan seketika mengaduk-ngaduk sungai Euphrates.
Panglima Persia dan pasukannya yang tegang menanti di seberang sungai dengan pedang terhunus ternganga. “Hanya kerana sebuah kantong air, semua pasukan mengaduk² sungai Euphrates? Lalu bagaimana kalau salah seorang dari mereka terbunuh oleh kita?”seru si panglima.
Ya mereka tak pernah akan mengerti tentang ukhwah sebelum merasainya. Jika pedang menebas salah satu dari tentera pasukan muslimin, yang kene pedang tak akan berteriak kerana ia hanya merasakan cubitan yang mengantarnya menuju keridhaan Allah. Yang ada hanyalah teriakan saudara seiman yang ada di sampingnya! “Argh~~~~” tinggi teriakannya. “…saudaraku, engkau mendahuluilah aku ke syurga, engkau mendahuluilah aku ke syurga”..in the name ofin th Allah

in the name of Allah

peace be upon Muhammad

menjengah kejap blog kakak-kakak France. tak boleh tinggal posting derang. rindu~~~

Pada perang Qadissiyah menyaksikan pasukan muhajirin dan ansar menyeberangi sungai yang membatasi mereka dengan camp pasukan Persia. Bangsa arab yang “tidak mengenal air” ini menjadi begitu berani, saling berganding tangan dan berangkulan membelah sungai Euphrates yang deras.

Rombongan yang besar itu tiba² berhenti di tengah arus yang ganas dan semuanya membungkuk meraba² ke dalam riak air sungai.

“Qa’bku! qa’bku!, kantong airku, kantong airku jatuh!”, seru salah seorang anggota pasukan muslimin. Hal itu membuatkan puluhan ribu tangan seketika mengaduk-ngaduk sungai Euphrates.

Panglima Persia dan pasukannya yang tegang menanti di seberang sungai dengan pedang terhunus ternganga. “Hanya kerana sebuah kantong air, semua pasukan mengaduk² sungai Euphrates? Lalu bagaimana kalau salah seorang dari mereka terbunuh oleh kita?”seru si panglima.

Ya mereka tak pernah akan mengerti tentang ukhwah sebelum merasainya. Jika pedang menebas salah satu dari tentera pasukan muslimin, yang kene pedang tak akan berteriak kerana ia hanya merasakan cubitan yang mengantarnya menuju keridhaan Allah. Yang ada hanyalah teriakan saudara seiman yang ada di sampingnya! “Argh~~~~” tinggi teriakannya. “…saudaraku, engkau mendahuluilah aku ke syurga, engkau mendahuluilah aku ke syurga”..

moga Allah pelihara ukhuwah kami hingga ke syurga.

pelihara ia dari hasad dengki.

pelihara ia dari rasa ‘ujub, takbur dan riya‘.

dan suburkan dengan hubb, mawaddah, serta rahmahMu.

untuk sahabat #1 – moga Allah memudahkan segala urusan jodohmu, moga Allah melapangkan dadamu dari segala sesak yang ada, moga ada peluang kita bertemu lagi didunia ini. *mengharapkan kau dan dia dilimpahkan rahmat yang tiada sudahnya*

untuk sahabat #2 – sabar & redha. Tuhan sebaik-baik tempat kau kembali, kerana hal-hal hidup dan mati itu di tangan Dia, belajarlah untuk meletakkan dunia di tangan dan akhirat di hati. yakin akan pertemuan abadi di sana. hanya perlu doa dari sini. doa anak yang soleh itu sangat diperlukan oleh ibumu. menangislah kalau itu melegakan. aku ada bila kau perlukan.

untuk sahabat #3 – jazakillah khairan jaza’ atas segala kekuatan yang telah diberikan, segala kisah yang telah diceritakan demi mengembalikan semangat yang telah pudar. moga kau sentiasa merasakan kehangatan dalam pelukan kasih sayang Tuhan :)

when you do things because of others, you’ll be frustrated in the end.

when things doesn’t go in your way and you begin to question them whilst before this you prayed to God to grant the best in everything, you’re actually selfish.

utk sahabat #4 – ucapan di atas untuk kau, sahabat. moga kau thabat di jalanNya. moga tarbiyah ini tidak menjadi fitnah buatmu. percayalah, Tuhan ada pengganti yang lebih baik. mungkin kau katakan, dia hanya satu Tuhan ciptakan dan tiada yang sebaik dirinya, tapi Tuhan Maha Mengetahui darimu, maka berimanlah.

sudah. aku perlu teruskan kerja yang ada.

and He knows best.

wallahua’alam.

h1

eid’s monologues.

September 23, 2009

in the name of Alah

peace be upon Muhammad

2 days before which is during the 2nd of Eid,

too many tarik tali and perebutan kuasa antara senioriti dan ketua, all of those conflicts ended up with,

what happened to you, soul? it’s just the 1st of Syawal and you’re like this, didn’t you promise to keep the momentum of Ramadhan ongoing throughout the year till the next one God’s willing? patience, perseverance and endurance, didn’t the Almighty taught you all of that during the Holy Month? astaghfirullah, forgive me Lord !

hate myself for those thoughts and behaviour.

yesterday, which is the 3rd of Eid,

nearly burst out in front of those people. but succeeded in holding myself from being that cruel. held on those two bags and one big book so that I’ve something to do and be distracted from. when I started walking outside, I really need a shoulder to cry. Yusra, where are you? ya Rab, irhamhaa !

Rasul SAW, utusan Khaaliq kau, pernah berkata, mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar di atas segala gangguan, mereka lebih baik dari mereka yang tidak bergaul dan tidak bersabar dengan gangguan orang – Riwayat Ahmad.

but those frustration and sadness were rewarded with wonderful and great stories of my sisters, their patience, their faith and their kindness, made me realized, I could do better next time God’s willing. And, God gifted me one more gift that evening, with the help of another sister, thank you !

today, which is on the 4th of Eid,

helping one another trying to accomplish the high demands, didn’t expect that anger to come again, but this time not from me, thought it was just a child’s anger, but it turned out to be an anger on a relevant reason (she asked for the motives, but was given an answer like this ‘saje nak suh tuan rumah buat keje‘ ! –> never knew the person, never wanted to know, but please if you’re the one, please explain properly because that event was a disaster actually for us, people below you !),

then she, with the anger, cried slowly for help from us  ’tolong nasihatkan aku!

kau sabar je weh, Allah nak naikkan darjat kau tu, ni la peluangnya, kite same-same sabar la ye, jom istighfar !

then back at home, got a reminder from He-knows-who accidentally (Allah nak bagi tashji’ :D )

if a person has a standing in God’s  sight and he cannot reach that station through good works and piety, God afflicts him with such tribulations as illness until he does attains it. [Hakim]

ahh, the warmth of love from the All-Hearing ~

ouh yeah, another reminder when browsing here, while munching up kerepek bawang (Umi pos!),

Ida menambah, kerepek adalah makanan yang perlu dielak kerana ia mengandungi oksida yang tinggi.

erkk, stopped for a while from swallowing, smile weirdly then continue munching :P Tuhan sayang sangat sampai makanan aku pon Dia jaga tsk tsk i_i

and at the end of the day, I reread this post from He-knows-who,

me, sitting in the car, quiet,

my mom, pointed outside the window, called my name, and said “what’s that?”

“the sky,” I answered in monotone.

“are you sure? are you positive?”

“yes.”

“well as certain as you see that sky, be certain that Allah will handle your matters..”

“…..”

…your trust in Allah should be as certain as you see that sky.

this last monologue really made my day. I’ve been deceived, frustrated, sad, hated, denied from my rights and seeing and hearing irrelevant stuffs from unsensible people (note : from Malaysians themselves not Egyptians okay !) starting from the eve of Eid till today. but at the end, with all those black moments haunting my days before, Allah really helped with everything – mind debating with different thoughts, considering about us and them, seeking from left and rightalhamdulillah thumma alhamdulillah thumma alhamdulillah~

letakkan dunia itu di tanganku bukan di hatiku Tuhan agar aku mampu menjadi sehebat dia atau mungkin lebih hebat. aku mengagumi dia dan dia. Ya Rab, ikrimhunna.

lead me O The All-Seeing ‘coz I’m blind walking alone.

please Lord, make me a better person.

and He knows best.

wallahua’alam.

p/s : entry yang sekali lagi akan tidak difahami oleh banyak manusia.tapi sila baca dengan mata hati. letakkan analogi pada diri sendiri (rekalah cite sendiri kalau tade analogi sangat ;) ). moga Allah memandu mata nurani kalian. ahh, dah ngantuk, mana Mo’men daku ni *starving*

h1

:s

September 21, 2009

logiknya,

bila dua orang tengah duk cakap dengan mesra, patut ke orang belakang yang tak dijemput pon untuk bercakap duk menyendeng kat tepi nak dengar ape yang dibualkan?

bila kita sampai ke tempat baru, tempat yang kita tak biasa, dan tempat yang bukan dalam pengetahuan kita pon untuk bergerak, perlu kan untuk bertanya dengan orang yang lebih tahu?

bila kita dah terlalu banyak jagaan yang perlu diawasi, terlalu banyak harta untuk dijaga atau terlalu banyak amanah yang dipertanggungjawabkan, tidakkah lebih baik untuk menerima pertolongan dari sesiapa yang menawarkan bantuan dikeliling pinggang?

bila manusia itu sendiri, dalam hidupnya, perlu dibentangkan dengan pilihan yang ada, dan diberi peluang untuk memilih secara sukarela mana-mana yang dia mahu, agar nanti esok hari, dia sendiri akan mengerti untuk bertanggungjawab dengan apa yang dipilih, dan juga akan cuba berfikir dengan waras dan bijak baik dan buruk kesan pilihannya itu. adakah relevan mereka yang menyekat kebebasan memilih itu? hatta untuk memilih untuk pergi atau tidak? untuk ikut atau tidak?

bukankah ukhuwah itu diikat atas dasar akidah? bukan kau selangor aku kedah, bukan kau orang kaya aku pesawah dan bukan kau ditarbiyah dan aku tidak, kau silap !

ibu kata, Tuhan mahu tunjuk sesuatu, dengar dan lihat.

mungkin aku pernah seperti mereka dulu. Ya Kareem, ikrimna.

ingatan untuk diri. bagi yang terasa, sila rasa dengan sepuasnya.

bagi yang tidak terasa, jangan cuba untuk merasa. kelak badan binasa.

Ya Mu’izz, a’izza nufuusina bideenak~

ultimately, He knows the best.

wallahua’alam.

p/s : Eid mubaarak buat sekalian pembaca ! moga rahmah Ramadhan sentiasa mengiringi kita hingga ke Ramadhan seterusnya insyaAllah, dan moga perubahan pada Ramadhan kali ini, kekal dan berkembang ke arah yang lebih baik hingga Ramadhan yang akan datang, mudah-mudahan !

h1

abysse.

September 12, 2009

in the name of Allah.

heroes, they don’t accept the world as it is. they fight for it.

Poverty.

Death of the beloved ones.

Terminal disease without cure.

Bankruptcy.

Starvation. Thirsty. Stranded.

War. Plague. Massacre.

and else more.

let’s don’t just sit and watch. don’t just sit and laze around.

many works to be done, less time we got in hand.

be one of the heroes. mostly are the unsung. al-hadiru al-ghoib. they’re present, but their presence are not seen, touch, or felt by heart. they’ll just leave without making any marks or dots. but their effect, their work, their effort could be carried across boundaries, across the years passed after they die. they are the unsung heroes. the ones that only the Almighty knows what’s in their hearts. the ones that only hopes for the meeting in the hereafter. the ones that do not bother about the world and its happiness.

Tuhan, moga Kau berikan aku yang lebih baik dari pemberianku ini pada dia.

Tuhan, moga Kau tolong aku di akhirat aku lebih-lebih lagi dari pertolongan aku buat dia.

Tuhan, moga Kau pelihara aib aku dengan sesempurnanya di Mahsyar kelak lebih lagi dari pemeliharaan aku terhadap aib dirinya.

Tuhan, beri aku petunjuk.

Moga dengan itu aku selamat.

and He knows best.

wallahua’alam.

p/s :   for a friend jauh di mata dekat di hati, kau perlu kuat demi ibumu. Percaya dengan janji Tuhan kan pasti punya pertemuan abadi kelak. Sementara itu, berbakti untuknya sepenuh hati, sepenuh masa. Moga rahmahNya mengiringimu.

h1

(?)

August 30, 2009

ok just now it’s the max I could try to be reasonable.

mencari sebab. menenangkan hati yang kecamuk. akal telah lelah. hati masih serabut. namun lidah masih ditahan dari berkata. mungkin kerana Yang Dilaknat telah diikat. sabar hati, sabar. cari sebab. cari alasan. cari tenang. hanya dengan itu kau lepas, dengan jaya.

namun hingga ke akhir, terlepas keluh dan gundah. mana sabar kau hati? mana kawalan kau akal? kau gagal. kali ini.

sungguh, hingga kaki menapak rumah suci, hati ribut berhujah. mendebatkan yang betul dan melibas yang salah.

istighfar istighfar istighfar. Ramadhan di hujung 10 terawal. kau mahu lepas minggu rahmat begitu sahaja jiwa?

qunut penyelamat. membelai jiwa yang memerlukan. mendakap kalbu yang hangat dihambat amarah. membasahkan mata dengan titisan jernih. Tuhan, sungguh aku gagal kali ini. jangan kau henti ajar aku kendatipun aku hilang diriku sendiri.

Tuhan, perlukah aku tahu sebab itu?

ya, mereka kata kau kan tahu bila tiba masanya.

akur dalam pasrah dan redha. ya, hidup aku jua dari dahulu mencari jawapan yang tak pernah habis-habis, atas segala soalan yang Kau ilhamkan.

we are selfish in our own ways. why don’t you teach me the selfish of yours so that I could develop my tolerance with it the next time?

Tuhan, aku hanya punya kau. biarkan rasa itu selamanya. meski aku seorang. meski aku di khalayak. agar sentiasa ku rasa hangat kasihMu.

listening to – Find the Way : Wayfarers. [reason : missing someone somewhere who is super-extra-busy nowadays, whom is the first solo for the song *watery-eyes* :( ]

and He knows best.

wallahua’alam.

h1

banyak mana?

August 25, 2009

hari ini hari keempat puasa.

malam kelima terawih.

baru dalam minggu pertama Ramadhan. minggu diganjarkan rahmat buat yang layak. tapi dah nak sampai ke penghujung.

bacaan tilawah camne?

DSC00469

setebal inikah Quran kau?

tapi setebal mana pon, sukarkah melebihkan hak bacaan terhadap alQuran dari kitab-kitab lain yang biasa kau baca ? kerana mungkin dia bakal mensyafaatkan kau di Hari Perhimpunan nanti. mahu atau tak imuniti itu ? bacalah, dengan penuh tartil dan tajwid, dengan penuh khusyu’ dan tadabbur, kerana Allah tidak akan rugi malah kau sendiri akan kerugian.

DSC00470

ingat, kita dalam Sekolah Islam Ramadhan. jom kita gandakan hak-hak Allah dan Rasulnya. moga sama-sama sukses !

allahumma ballighna lailatul Qadr.

wallahua’alam.

h1

Ramadhan.

August 25, 2009

in the name of Allah

feels like to post some pictures, enjoy~

ramadan4

ahh ramainya berterawih. Alangkah bertuahnya Islam jika jemaah subuh jua begini di rumah-rumah Allah. Mudah-mudahan satu hari nanti. [Location : Indonesia]

ramadan28

Cuba teka derang tengah sidai apa? ok, vermicelli ! bravo ! mi hun ye kawan-kawan, untuk makanan iftor mereka :) [Location : India]

ramadan17

ohh mouth-watering desserts ! Spirals of sweet delicacies for the muslims, well made, well cooked. [Location : Bangladesh]

ramadan26lubnan

pakcik ini tengah kejut orang untuk bangun sahur. pakcik camni pon ade di Mesir, pukul 2 pagi lebih dah ada yang duk ketuk [tin kot?] sambil jerit ‘bangun bangun, qiyam!’|| moga Allah murahkan rezeki pakcik-pakcik sekalian ~ [Location : Lubnan]

ramadan31afghan

dua pakcik ni tengah solat atas bukit yang menghadap Kabul. bukit yang boleh melihat Kabul dari atas. solat itu tidak kira kita di mana. [Location : Afghanistan]

ramadan18egypt

ohh inila gambar yang nak ditunjuk-tunjuk kih kih, ini namanya ‘fanus’, lebih kurang cam tanglung, dibeli dan digantung di luar2 rumah, dipasang hingga fajar menjelma, agar dapat menerangi jalan-jalan para mukmin menuju ke masjid untuk terawih, iktikaf dan subuh ;) sapa nak satu? heh meh mai sini. [Location : Egypt]

more pictures to share. insyaAllah later.

wallahua’alam.

h1

sekeping hati itu.

August 23, 2009

khusyuk meratib asmaa’ Dia dalam khali sore ini.

Ya Allah berikan kami kekuatan untuk beramal dibulan ini dan yang akan datang.
Hati yang sentiasa dibasahi iman, tutur dan kumit2 berzikir kepadamu dan setiap perbuatan yang niatnya hanyalah kepadamu.
Jauhkanlah diriku dari persaan riak dan ujub. Buangkanlah rasa cukup dalam beribadah kepadamu. Luangkanlah masaku untuk berada disampingmu. Jangan kau biarkan aku lena dihanyut mimpi di sepertiga malam.
dan, aku berharap dan akan terus berharap “Ramadhan kali ini penuh makna”.

Ya Allah berikan kami kekuatan untuk beramal dibulan ini dan yang akan datang.

Hati yang sentiasa dibasahi iman, tutur dan kumit2 berzikir kepadamu dan setiap perbuatan yang niatnya hanyalah kepadamu.

Jauhkanlah diriku dari perasaan riak dan ujub. Buangkanlah rasa cukup dalam beribadah kepadamu. Luangkanlah masaku untuk berada disampingmu. Jangan kau biarkan aku lena dihanyut mimpi di sepertiga malam.

dan, aku berharap dan akan terus berharap “Ramadhan kali ini penuh makna”.

Allahumma ballighna lailatul Qadr.

wallahua’alam.